05 Januari 2010
belajar bermimpi !!! (lagi...)
Hari ini walo sedang sakit n gag enak badan tetep keukeh pengen nonton ney film. Gara2nya semalem habis nonton acara berita malam di TVoNe yang ngundang pemain and sutradaranya. Dari sana aku merasa terhipnotis olehnya..
Hihi lebaynya…akhirnya gas pool pokoe hari ini harus nonton..
Bener neyh film inspirited banged^^
Aku yang pada dasarnya pemimpi, suka memimpikan hal-hal besar dalam hidupku. Tapi kadangkala mimpi itu harus terlupakan dan terkubur karena lingkungan ataupun pikiran-pikiran kuat menghancurkan mimpiku.
Tapi senangnya sekarang aku berani mimpi lagi… dan siap untuk memeluk erat sekali impianku, karena aku tau tuhan akan membantu ku memeluk mimpi ini sampai akhirnya ia benar-benar nyata datang dalam hidupku.
Salah satu impian terbesar ku adalah menjadi pribadi yang bermanfaat besar bagi agama, Negara, dan keluargaku. Bukan menjadi pribadi yang besar karena aku tau aku bukan siapa2 tapi aku ingin menjadi manfaat yang besar untuk duniaku. Buat aku hidup hanya sekali, dan buatku Jadilah Berarti. Entah apa yang akan terjadi 10, 20, atau 30 tahun lagi di hidupku yang bisa ku lihat dan kuyakini aku akan menjadi pemimpin kelak, menjelajahi dunia, dan memberi kontribusi pada lingkunganku. Seperti omong kosong memang..
Tapi untuk gadis yang tak lebih pintar dari orang2, tak lebih cantik dari banyak gadis, tak lebih kaya dari banyak teman. Mimpi ini yang kelak membuatku jauh berdiri di depan diriku yang hari ini.
Senang membayangkan impian itu menjadi nyata. Semoga Tuhan juga Ridha atas niat baikku, dan memudahkan jalan dunia dan akhiratku. ;)
25 Desember 2009
Maaf Bila Kali Ini Hati Kurang Terjaga
Astagfirullahhaladzim
Jujur hati ini sakit, sebagai manusia biasa yang memiliki sensitivitas cukup tinggi terhadap gesekan emosional merasa teraniaya oleh situasi tersebut. Belum lagi apabila terjadi khibah yang terselubung oleh pasukan koloni.
Untungnya aku masi dititipkan keimananan yang baik oleh Allah, ketika hal tersebut menyerang peraduan hatiku aku mengembalikannya lagi padaNya, karena salah satu doa yang mudah di ijab-kan oleh Allah ialah orang yang teraniaya. Ketika merasa terdzhalimi aku berdoa pada Rabbku untuk mengampuni dosa-dosaku dan mengganti dg hal yang baik di akhirat kelak =)
Hanya saja terkadang aku merasa iba pada saudaraku yang telah mendzalimiku, entah mereka sadar atau tidak ada pihak yang mereka dzalimi?? Taukah mereka akan hadist ini?
"Takutlah kalian dari berbuat kedzaliman (aniaya) , karena sesunggunya kedazliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat." (HR. Bukhari Muslim)
Bila mereka tidak sadar atas kedzaliman tsb semoga Allah menghapuskan dosa mereka, tapi ketika hal tersebut merupakan budaya dari pribadi mereka, astagfirullah semoga ada jalan menuju cahayaNya.
Bukan merasa insan paling suci se-Dunia hanya saja akan lebih elegent bila melihat pribadi saya yang salah diselesaikan dengan mengajak bicara dari hati ke hati tanpa perlu mengumbar keburukan orang lain pada yang lainnya.
“Maka siapa yang memberi kesusahan kepada orang Islam, maka Allah akan menyusahkan dia, dan barangsiapa yang memberi masaqat (kesulitan) kepada orang Islam, maka Allah akan memberi kesulitan padanya”.
Menurut ku, Ladang amal ada dimana-mana memberi tahu saudarinya mengenai kebaikan adalah bentuk amal makruf untuk diri kita dan dia. Teman,sahabat, dan saudaraku di tepian laut yang berlimpah dosa ijinkan ku bilaskan sedikit kejernihan niat untuk mengusap lara yang pernah tertoreh olehku.
Maaf untuk semua kekhilafan teruntuk antum2 sekalian…
Wallallahu a'lamu bish showaab
22 Desember 2009
Sulitnya Mempertahankan Ikrar
Andai saja bisa terlepas sebentar saja dari benda bernama “dakwah” itu...
Ingin kembali merasakan aroma manja duniawi kewanitaanku dalam wujud salon, facial, shoping, dan hunting bersama teman-teman. Sepertinya jauh lebih manis di banding kata”dakwah”itu…
Merasakan indahnya berjuang demi masa depan melalui tutor2 yang ku baca tiap hari, seminar-seminar yang tak terlewatkan sekalipun, presentasi mengenai bisnisku, atau malah dari kota ke kota sekedar memberi training. Sepertinya masi lebih mudah dibanding benda bernama “dakwah”itu...
Tapi di pijakan ku saat ini begitu sulit rasanya keluar dari kubangan bernama “dakwah” ini…
Sejak saat itu, sejak transormasi ku pada ke-Illahannya sebagai sumber semua jawab atas hidupku, aku merasa tak dapat seharipun berpikir tanpa dakwah...
Sejak saat itu ku ikrarkan diriku atas apa yang ia firmankan pada bait-bait cintaNya, telah Ia beli Jiwa, Raga, dan hartaku untuk berjuang dijalanNya. Dengan Surga Balasannya...
Satu ayat ini ku patrikan dalam-dalam dengan cermat agar merasuki pintu-pintu di hatiku agar dia mengimani benar firman ini. Sehingga tak ada satu alasan pun kelak yang mampu meruntuhkan firman ini, dg alasan muak sekalipun...
Tapi, apalah aku ini tak lebih dari molekul dunia dan kerapkali melakukan kesalahan , dan hari ini aku merasakan itu. MUAK!!! Yah benar aku sedang muak pada semua yang aku jalani…
Jalan ini membuatku harus menenggelamkan sekejap anganku tentang mimpiku, merajukku untuk lebih lama tinggal di luar rumah dan sempat mengabaikan orang-orang terkasihku.bermain-main mata pada tumpukan tugas yang trus kucoba kucundangi...
Aku bosan dengan jalan ini, terlihat seperti lingkaran yang kian hari kian membesar. Tak berujung dan tak menepi. Kadang ada segumpal tanya sampai kapan aku bertahan seperti ini...
Ampun tuhan,jiwa-jiwa ku yang liar keegoisanku membujukku untuk keluar dari fitrahMu, jangan biarkan ia merajaiku. Membunuh ikrarku padaMu…
Karena ku tau benar jawabannya 1 atas kenyataan yang sedang ku perjuangkan ini yaitu hanya Kau, lainnya semu dan tak berharap itu untuk ku…
Sekalipun dakwah ini dinilai picikan oleh yang awan, gila kehormatan bagi yang konstan menengok kiprah seseorang, ataupun numpang tenar
Hari ini ketika ke-muak-an muncul, ku coba memalingkan dengan berbuat lagi hal kecil tentang “dakwah”ini. Tapii kadang kala niat saja tak cukup buatku kuat. Ia langsung uji ikrar-ku dengan terjangan stereotip pada alur pikirku yang mulai soak. Persepsi akan gila hormat sepertinya sedang melekat dari mereka untukku..
Tuhan bukan itu, yang ku inginkan hanya kamu dan kamu….
Kau yang utama dalam diriku Rabb…


